Pede Aja Lagi, Ayah Juga Mampu Mengasuh Anak Kok

Berperan menjadi ibu tunggal mungkin sudah biasa dan banyak dilakoni perempuan. Tapi menjadi ayah tunggal hanya beberapa saja yang mampu melakoninya. Ayah tunggal bisa kok menjalani peran itu. Ini triknya.

Ditinggal meninggal pasangan tercinta atau perceraian memang bukan hal yang mudah bagi semua orang. Terlebih bagi seorang laki-laki, menjadi orang tua tunggal tentu tidak mudah sehingga banyak pria yang memutuskan mencari cepat pengganti pasangannya.

Naluri ayah dalam mengasuh anak tentu tidak seperti seorang perempuan. Namun, demi sang buah hati, ayah harus bisa menjalankan peran tersebut ketika menjadi ayah tunggal.

Sebagai seorang single parent, peran ayah dalam keluarga tentu saja menjadi lebih luas. Selain dituntut memegang peran pencari nafkah, ayah juga harus mengurus berbagai keperluan rumah tangga. Yang paling penting, memastikan tumbuh kembangnya anak berjalan dengan baik.

Bagi seorang ayah tunggal (single dad) yang baru menjalani peran baru ini, tentu tidak mudah untuk melakukannya. Namun, menurut dua pakar psikologi Dr. Henry Cloud dan Dr. John Townsend dalam buku mereka yang berjudul ‘Raising The Great Children’, menyatakan bahwa semua ayah sebenarnya secara naluriah dikaruniai kemampuan untuk merawat anaknya.

Tentu saja, seperti halnya pada seorang ibu, ayah juga butuh waktu untuk belajar merawat buah hatinya. Lagipula, peran tradisional yang dahulu ekslusif menjadi teritori seorang ibu, kini tidak lagi aneh dilakukan oleh ayah. Para ayah saat ini tidak lagi sungkan menemani anaknya bermain, belajar, makan bersama, bahkan menyiapkan makanan untuk anak-anaknya.

Seperti yang disebutkan dalam buku ‘Fathers, Infants dan Toddlers’ karya MY Yogmen dan Dwight Kindlon, pada saat ini sosok ayah juga mampu bersikap hangat kepada anak-anaknya, tidak seperti citra ayah konvensional yang kaku dan mengedepankan soal disiplin dan keteraturan bagi anak-anaknya. Citra sebagai sosok yang dingin dan disegani serta dijauhi anak-anaknya bukanlah citra yang sesuai untuk ayah masa kini.

Oleh karena itu, peran ayah tunggal dalam kehidupan anak pun lebih menjadi seorang role model yang ideal. Bagi anak lelaki, ayah menjadi contoh bagaimana berperilaku dan bersikap setiap hari sebagai seorang laki-laki.

Sedangkan bagi anak perempuan, ayah harus menjadi sosok pelindung dan pengayom. Hal ini berguna agar anak perempuan nantinya tidak canggung ketika saat dewasa nanti menghadapi lawan jenis dalam pergaulan sosial. Sementara untuk memberikan nasihat mengenai hal-hal kewanitaan saat mereka memasuki masa remaja, seperti mengalami haid untuk pertama kalinya, bantuan dari kerabat perempuan tentu dibutuhkan.

Berikut tips menjadi ayah tunggal

Buat Anak Merasa Aman
Sebagai seorang ayah tunggal, salah satu tanggung jawab terbesar yang dimiliki adalah memastikan anak merasa aman. Pastikan anak merasakan bahwa ayah peduli terhadap kehidupannya dan masa depannya kelak. Buat mereka paham bahwa ayah akan selalu mendampingi mereka saat menghadapi masalah. Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar anak tidak merasa kesepian dan ketakutan dalam menjalani hidupnya.

Pastikan ayah tunggal siap memberikan 24 jam sehari untuk kepentingan anak, apapun bentuknya. Entah dia sedang kesulitan menghadapi ujian atau bertengkar dengan temannya, ataupun saat dia sedang sakit, selalu sediakan waktu untuk menemaninya. Buatlah anak merasa dirinya merupakan prioritas dalam hidup ayah.

Namun, jangan pernah mencoba untuk menutupi kenyataan bahwa kehidupan keluarga single parent tidak sama dengan keluarga yang masih lengkap orang tuanya. Berikan pemahaman yang benar terhadap apa saja perbedaan yang ada dan bagaimana mengatasinya. Jelaskan juga bahwa meskipun ada perbedaan-perbedaan, namun kasih sayang yang diberikan oleh ayah sebagai seorang single parent tidaklah kurang bila dibandingkan ayah ibu di keluarga yang lain.

Lakukan Kegiatan Bersama
Cara terbaik untuk membangun hubungan yang harmonis antara ayah dan anak adalah dengan meluangkan waktu untuk melakukan sebuah kegiatan bersama. Kebersaamaan ini akan membawa kedekatan emosional antara ayah dan sang buah hati.

Kebersamaan dapat diwujudkan dalam bentuk pengasuhan anak, interaksi dalam jarak dekat ketika di rumah maupun perhatian yang ditunjukkan ketika berada di kantor.  Ayah harus menyadari bahwa anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, berhak mendapatkan perhatian sama banyaknya seperti mereka juga dalam pengasuhan seorang ibu.

Selain itu, tidak ada salahnya jika ayah sedikit bercerita tentang hal-hal yang ayah lakukan sehari-hari seperti pekerjaan yang dilakukan, orang-orang yang bekerja bersama ayah dan sebagainya kepada anak. Dengan mendengar cerita tersebut, sang buah hati akan lebih mengenal diri ayah.

Ayah tunggal dan Karier
Pria biasanya dibesarkan dengan pemahaman bahwa mereka akan menjadi pencari nafkah saat mereka dewasa. Maka dari itu, pekerjaan merupakan salah satu bagian penting dari rasa percaya diri dari seorang pria.

Bagi seorang ayah tunggal, tanggung jawab ganda dalam mengurus keluarga dan menjalani karier tidak boleh dianggap beban. Namun, peran ganda tersebut harus menjadi pemicu untuk lebih sukses dalam berkarier sehingga kian banyak kebutuhan anak yang dapat terpenuhi.

Demi si buah hati single dad harus mengubah beberapa hal dalam hidupnya:

Hilangkan Kebiasaan-Kebiasaan Buruk
Sebagai seorang single dad, dengan sendirinya semua yang Anda lakukan akan menjadi contoh perilaku yang akan diambil oleh anak. Oleh karena itu, Anda wajib menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang Anda miliki seperti merokok, minum minuman keras atau berkata-kata kasar agar tidak menjadi contoh perilaku yang buruk bagi anak.

Jangan Kritik Hubungan Masa Lalu
Jika Anda menjadi single parent karena perceraian, jangan pernah menjelek-jelekkan ibu sang anak di depannya. Hal ini akan menyebabkan munculnya pemahaman negatif dari sang anak terhadap hubungan antara pria dan wanita. Jika ini terjadi, tentu pengaruhnya sangat buruk terhadap mental anak saat ia dewasa nanti.

Pahami Kebutuhan Anak Anda
Kebutuhan anak Anda akan berubah seiring bertambahnya umur. Cobalah untuk memahami perubahan apa saja yang terjadi dan bagaimana bimbingan yang tepat yang harus Anda berikan. Selalu tunjukkan bahwa Anda memiliki perhatian terhadap masalah-masalah yang ia miliki, meskipun masalah tersebut tidak pelik. Perhatian Anda akan memberikan kepercayaan diri terhadapnya. (Detik Health)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s